//
you're reading...
slank-umentasi

band legend

slank

Inggris memiliki legenda seperti The Beatles, Queen dan Rolling Stone. Amerika bangga dengan U2. Mereka lebih dari sekadar kelompok musik atau band. Mereka adalah icon, ideologi dan gaya hidup. They are beyond music. Di Indonesia, kharisma yang sama dimiliki Slank. Perjalanan panjang telah membuktikan eksistensi mereka sebagai band papan atas dengan kualitas ‘legenda’.
Predikat ini tidak diperoleh Slank secara cuma-cuma. Empat belas album telah mereka hasilkan selama 23 tahun mengarungi dunia musik Indonesia. Mereka bersiap-siap merilis album ke-15 dibawah label milik sendiri, Pulau Biru. Belum lagi beberapa kompliasi berbentuk live konser dan kolaborasi dengan band lain…….


Sejak berdiri di tahun 1983, Slank telah berevolusi. Berawal sebagai Cikini Stones Complex. Namun band yang banyak dipengaruhi gaya Rolling Stones ini kemudian pecah, memunculkan Slank, yang digawangi oleh Kaka (vokal), Bim-bim (drum), Abdee (Gitar), Ridho (Gitar) dan Ivanka (Bass). Slogan Piss, Love, Unity dan Respect (PLUR), mencerminkan kedewasan Slank dalam bermusik dan berkehidupan. Era ‘slengean’, rock n roll and drug sudah mereka tinggalkan. Komunitas Gang Potlot dan keberadaan Slankers, penggemar fanatik Slank, yang konon mencapai 50.000 orang menjadikan Slank sebagai Icon, ideologi dan gaya hidup tersendiri,
Tema populis dan dekat dengan kehidupan keseharian menjadi kekuatan lagu lagu-lagu Slank. Lagu-lagu seperti Makan Nggak Makan Asal Kumpul, Kupu-Kupu Malam, Tong Kosong, membuat mereka merebut hati jutaan penggemarnya.
Demografi penggemar Slank sangat luas. Laki-laki dan perempuan. Pelajar dan mahasiswa. Karyawan dan eksekutif profesional. Tak hanya di Indonesia, tur-tur manca negara di Malaysia, Jepang dan Amerika membuktikan daya sebar popularitas mereka.
Rupanya, tantangan sebagai pemusik tidak membuat mereka berhenti berkreasi. Mereka merambah jalur lain seperti menjadi duta bagi kegiatan-kegiatan sosial, antara lain duta bagi kegiatan Anti Narkoba. Mereka pun turut mendukung gerakan mahasiswa reformasi pada tahun 1998.
Bergerak terus mengikuti dinamika jaman, Kaka dan kawan-kawan mencoba “mainan’ baru. Mereka merambah dunia maya dengan menjadi karakter game online, Lilo. Menurut kreator Lilo yang juga pengarang novel Eiffel I’m In Love, Rachmania Arunita, “Saya merasa Slank itu sangat melegenda,”
Game ini akan mengaplikasikan kehidupan nyata Kaka dan kawan-kawan. Potlot, yang merupakan markas besar Slank, muncul dalam game ini dengan nama Little Potlot. Interior dalam markas Slank yang asli juga muncul dalam game ini. Sebut saja Warung Caur, rumah Bim-Bim, hingga Studio Parah, muncul dalam Lilo sebagai dengan karakter kartun.
Selain menjadi karakter game, Slank juga membuat soundtrack berjudul Lilo untuk game online ini. Lagu dengan ketukan cepat dan gaya rock n roll khas Slank ini hanya dirilis secara digital. Lagu muncul dan dapat didownload secara eksklusif hanya melalui www.NexxG.com.
Setelah menjadi raja di dunia musik Indonesia, kemudian merambah dunia maya, apalagi yang dicari supergrup seperti Slank? Kita tunggu saja karya-karya spektakuler selanjutnya dari Slank.(www.nexxg.com)

 

by nurhidayat

About nung

saya akan berusaha menjadi yang terbaik

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jam Saya

Cerita dulu

Cerita di Yahoo Messenger

On YM


On FB Nur Hidayat

Kepingan Cerita

Tanggalan nCerita

March 2007
M T W T F S S
    Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

MyPageRank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

%d bloggers like this: