//
you're reading...
tulisanku

Allah tidak “satu”

barusan dpt sms dr tmen,bernada tanya..”mas..saya pernah baca
terjemah Al-Quran,kata pnggnti Allah kok diganti dengan ‘kami‘,
padahal Allah kan ‘satu‘ sdangkan ‘kami‘ kan lbih dari satu”
wah..saya jdi bngung jawabnya, lha wong ilmu ku ja masih ‘pendek‘.
gmana yah..gni aja deh,,(mndan kuminter) mulai dari skrang biasakan
mnyebut Allah itu yang Esa ato tunggal, krna mnurut diri yg bodoh ini
satu‘ adalah bisa 2-1, 2/2, 1×1, mngkin msh bnyk bilangan yg
menghasilkan ‘satu‘.lha apa hbungny ma pertnyaan tdi..?
jadi ‘kami’ itu siapa aja??bngung piye le jawab..
stauku ‘kami’ trdiri dari Allah yg Esa dan 99 sifat terpuji-Nya.
eh iya ga seh…Hanya Allah yg tau

About nung

saya akan berusaha menjadi yang terbaik

Discussion

13 thoughts on “Allah tidak “satu”

  1. wah …
    beraattttt

    –oOo–
    apanya yg berat pakdhe? lha ga smpe sekarung ko…

    Posted by paydjo | April 7, 2008, 2:05 am
  2. nyong rung nyoba wordpress kang eh yu apa kang kie ya?
    ngurus blogspot karo multiply be esih kethatharan ketambah karo mbuka situse tanggane duh kadang sue ra di tiliki ra penak karo tangga
    nyong asli kawunganten kie kang

    –oOo–
    inyong ya rung ngurus blogspot karo multiply..kie kang lha mba,add link lah inyong neng blogspote sampeyan,kwnganten?? cba mmpir nang http://paydjo.net, wong kwnganten kue

    Posted by cewekndeso | April 10, 2008, 7:39 pm
  3. kata guru agama saya dulu, “kami” itu hanya gaya bahasa… kadang Allah menggunakan kata “kami”, kadang “aku”…
    gak ada hubungannya sama jumlah atau apapun…

    –oOo–
    yup..mkasih atas jawabannya, aku kadang ga tau…tks ya…

    Posted by morishige | April 12, 2008, 2:14 am
  4. aku ga tau,, ga ikut-ikutan lah,, *tapi coba baca konteks kalimatnya gimana?? yang jelas ALLAH itu SATU.. baca al-ikhlas dehhh..:mrgreen: “katakan DIA-lah ALLAH yang ESA” gitu kan terjemahnnya??

    –oOo–
    al-ikhlas mmang sumber nya, tpi warisan ‘satu’ itu dah melekat di ‘benak’ kita semua
    smoga jadi pelajaran bgi kita semua, amin….bukan al-amin nasution lho…lam kenal ya

    Posted by ratutebu | April 12, 2008, 3:04 am
  5. yup…bener banget
    bukan berarti Allah itu lebih dari satu
    tapi itu sekedar gaya bahasa….

    intinya…
    kita mesti lebih “menggali” lagi Islam yang kita anut

    “masukilah Islam secara kaffah (menyeluruh)”

    setuju gak???🙂 mesti and wajib setuju!!!

    –oOo–
    stuju…stuju…pasti

    Posted by shaffiyah | April 12, 2008, 3:56 am
  6. Ya ya ya…. Alur pikir, seseorang kadang terarahkan; kadang pula diarahkan. Antara ter dan di, sama-sama menunjukkan awalan; tapi keduanya berbeda maknanya. Ter (dalam konteks kalimat di atas) punya arti tanpa sengaja, ngalor-ngidul, sekonyong-konyong & semacamnya; nah yang satu lagi, punya arti ada yang mengarahkan.

    Yang sering terjadi (ane pernah mengalaminya) adalah pertanyaan2 semacam ini (walau konteksnya berbeda). Bagaimana agar pikiran kita ada yang mengarahkan? Iqra’ jawabannya (lewat buku, guru dll). Jawaban nomor 3-5, ane pikir sudah mewakili untuk pertanyaan akan ke-Esaan Allah ini. Semoga seberapa jauhpun pikiran kita mengembara, Allah sentiasa mengarahkan pikiran hamba2-Nya ke jalur yang memang ditetapkan-Nya; bukan jalan lain (Ihdinas syirootol mustaqim, syirolladziina an ‘amta ‘alaihim GHAIRIL maghdubi’alaihim waladdzoolin). Memang…ayat2 ini tidak spesifik untuk pikiran, tetapi mencakup semua yang mungkin diperbuat oleh manusia baik secara dhohir maupun bathin. Wallahu a’lam

    –oOo–
    iya terima kasih atas arahan dan ilmu nya, smga bermanfaat,hari ini bertambah ilmu kita semua

    Posted by adikhresna | April 12, 2008, 12:51 pm
  7. Susahnya kalau dapat warisan terjemahan. Padahal kita lebih enak memaknai Al Quran dari pada menterjemahkah Al Quran. Pasti kita tidak akan salah pengertian.

    Salam

    –oOo–
    stuju..terima kasih atas berbagi ilmunya

    Posted by Abu Zulfa | April 12, 2008, 1:20 pm
  8. ada penjelasannya, kok. cuma bakal panjang kalo coba ta’jelasin di sini, huehehehehehe

    –oOo–
    iya ya…percoyo,,,,

    Posted by joesatch yang legendaris | April 13, 2008, 4:42 am
  9. Coba deh lihat konteks ayatnya, saat Allah pakai bahasa jamak, pasti di sana ada proses yang melibatkan banyak makhluknya (walau pun pada hakikatnya Allah tdk perlu bantuan). Kadangkala kita menemui sunnatullah-NYA di alam ini yang melibatkan berbagai hal, seperti turunnya hujan, seperti penciptaan langit dan bumi, seperti pencatatan amal manusia, dsb.

    Itulah menariknya Qur’an, kalau kita mau memikirnya, Insya Allah akan di dapat semua jawaban.

    –oOo–
    makasih atas ilmu nya….

    Posted by tuansufi | April 14, 2008, 7:57 pm
  10. jawabane gampang mas. bilang aja: mangkane belajar bahasa arab.

    –oOo–
    bahasa arab setauku ada yg beda ma bahasa Al-quran, tp ga tau ding

    Posted by bangsari | April 17, 2008, 6:02 am
  11. Kalau menurut saya bener kata iwan sufi. karena saya pernah mendengar dari tempat pengajian di kampung saya yang menanyakan kenapa Allah SWT menggunakan kata “kami” dalam firmannya. karena kita harus membaca al-qur’an secara utuh, tidak separo-separo yang akhirnya mengubah makna. sehingga kita bisa melihat konteks ayatnya menggunakan kata “Kami” karena disana ada proses yang melibatkan banyak makhluknya.

    –oOo–
    “Kami” karena disana ada proses yang melibatkan banyak makhluknya.masa bnyak mhluk yg terlibat?masa seh? Allah tidak bergantung pada mhluk-Nya
    conth:Kami ciptakan jin dan manusia hnya untuk mnymbahku.
    yg melibatkan mhluk-Nya d mana?apakah Allah rugi klo ga d sembah, enggak kan??mnrut aku heheheh

    Posted by frd | April 18, 2008, 3:19 am
  12. yang saya tahu, Allah menciptakan manusia secara langsung pada saat nabi adam diciptakan. sedangkan kita diciptakan melalui proses perkawinan ibu dan bapak kita. jadi disitulah kenapa Allah menggunakan kata “kami”. karena melibatkan mahluk sebagai prosesnya. walaupun Allah bisa saja menciptakan manusia secara langsung, dan itu mudah bagi Allah. dan dalam ayat itu Allah tidak mengatakan “kami mencitakan adam” tapi “kami menciptakan jin dan manusia hanya untuk menyembahku”.

    –oOo–
    OK deh ohm ferdi, thks ya

    Posted by frd | April 18, 2008, 6:04 am
  13. aku pernah baca artikel Islami dalam bahasa Inggris
    Allah digantikan dengan kata He

    Allah tidak laki-laki dan tidak perempuan
    sebaiknya kita lebih bijak mem-filter artikel2 seperti itu

    –oOo–
    itulah contoh lagi kata pengganti Allah, mmng harus brhati2 mngartikan

    Posted by alisyah | April 22, 2008, 1:17 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jam Saya

Cerita dulu

Cerita di Yahoo Messenger

On YM


On FB Nur Hidayat

Kepingan Cerita

Tanggalan nCerita

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

MyPageRank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

%d bloggers like this: