CINTA mmang harus diupayakan

pernahkan kalian gantungkan pertanyaan berikut pada otak-otak kalian smua.

  1. Menikah dengn orang yg kau cinta, atau
  2. mncintai orang yg kau nikahi

Sebab jodoh adalah hal yang pasti, meski masih menjadi misteri bagi orang-orang yang belum menemukannya. Sedangkan mencintai adalah hal yang berbeda. Mencintai seseorang saat belum ada hak atasnya, bagaikan menggenggam bara. Jika Allah berkenan menjadikannya pendamping seumur hidup, maka bara itu akan menjelma menjadi energi untuk meciptakan kebersamaan yang indah. Tetapi, jika Allah tidak berkenan mempersatukan, bara itu akan membakar, dan bisa jadi menghanguskan diri sendiri. Lebih dari itu, pilihan kedua rasanya lebih aman dari berbagai penyakit hati, yang bisa jadi mengotori niat suci menikah karena Allah.

Pilihan pertama, menikah dengan orang yang saya cintai, mengalirkan energi dan semangat untuk meraih sesuatu yang menjadi dambaan hati. Dan tentu adalah hal yang sangat menyenangkan bisa berdampingan dengan orang yang dicintai, tidak ragu mengumumkannya kepada public, tidak malu mengekspresikannya, sebab cinta itu sudah dilegalkan.

Pilihan kedua, mencintai orang yang saya nikahi, hhmm… pasrah, menerima nasib. Ah tidak, saya menterjemahkannya menjadi bentuk syukur kepada-Nya. Sebab apa yang telah Allah pilihkan untuk kita, tentu itulah yang terbaik. Maka, kenapa tidak memaknai rasa syukur itu dengan mengupayakan cinta, menumbuhkan dan merawatnya.

Bukankah jika saat ini saya mencintai seseorang (padahal belum ada hak saya atasnya), itu tidak tumbuh begitu saja? Ada masa-masa, ada hal-hal, ada peristiwa yang membuat saya mencintainya. Lalu, kenapa hal-hal itu tidak bisa ditumbuhkan kepada orang yang sudah Allah pilihkan untuk saya?

Tetapi, sekali lagi, betapa menyenangkan jika yang pertamalah yang menjadi pilihan, menikah dengan orang yang saya cintai, sebagaimana Fathimah yang menikah dengan Ali, sebagaimana Khadijah yang menikah dengan Muhammad.
Tetapi, kalaupun akhirnya Allah memilihkan orang yang lain, maka pilihan kedua pun bukan hal yang tidak menyenangkan. Tidak ada yang tidak mungkin. Sebab cinta memang harus diupayakan. jadi otak-otak kalian akan memilih yg mana???

tks tu nengIzti for inspiration

Advertisements

32 thoughts on “CINTA mmang harus diupayakan

  1. emang laki-laki bisa belajar mencintai ya??
    kalo cewek kayak nya bisa walau susah..

    lha wong yang namanya mencintai adalah anugrah Tuhan untuk manusia,jadi cewe ato cowo selama masih manusia pasti bisa mencintai ato bahkan dicintai, bukan masalah susah ato gampang nya,tapi kadar dalam mencinta ato dicinta adalah tolak ukur nya, hihihi bner ga seh??

  2. kenapa ga dua2nya? … kan jadi lebih sempurna πŸ™‚

    iya..ya, tapi misal kondisi untuk memilih salah satu, gtu lho bu…

  3. Kalo alasannya karena Allah , tentunya sepenuhnya telah dipasrahkan padaNya. Jadinya dikasi pilihan manapun pasti ikhlas nerima dong…. amien

    Kalkulator Allah sangat akurat menghitung beban hidup hamba-Nya

  4. unga dateeeng….
    bawa oleh2 nih… nangka, pisang, kelapa sm singkong….

    oi..oi..oi..unga bawa pisang nie,,,g sah naek (pohon) lagi ya…hihihi πŸ™‚

  5. Ass.

    ….. sekali lagi, betapa menyenangkan jika yang pertamalah yang menjadi pilihan, menikah dengan orang yang saya cintai, sebagaimana Fathimah yang menikah dengan Ali, sebagaimana Khadijah yang menikah dengan Muhammad.Tetapi, kalaupun akhirnya Allah memilihkan orang yang lain, maka pilihan kedua pun bukan hal yang tidak menyenangkan…….

    yup setuju mas Nung…
    Jika cinta itu (baca suami istri) diniatkan karena Cinta pada Sang Maha Pecinta insya Allah itu BAHAGIA selama2nya dan BARAKAH….

    kembali ke Allah adalah solusi yg terbaek, lwt agama yg d yakini karena mnrut ane Islam is my way,, stop jngn nyntuh SARA d sini lah ya…. suwun ya bos, dah nyasar ksini

  6. Yuk belajarlah mencintai suami / istri kita karena ia adlaah KARUNIA TERINDAH yang diberikan SANG MAHA PECINTA kepada kita.

    mari belajar, tpi aku blm pnya istri je gmana tu?? πŸ˜€

  7. hu hu hu…
    numpang nangis….

    monggo..monggo..

  8. mencintai orang yg dinikahi karena cinta yg terjalin stlh akad nikah adalah cinta pada pasangan hidup yg sah πŸ™‚

    trus perkenalannya d mana mba??

  9. Mencintai seseorang karena Allah sangat indah πŸ™‚

    kedua pilihan itu kalo bisa mah saling berkesinambungan… πŸ™‚

    *halah, sok iye banget sayah teh* :mrgreen:

    saling nyambung mba ya..:) sip, tks mba menik

  10. ngomong2 kpn km merit? jgn lp undg2 lho.

    sip, nnti dunia aku kabari klo aku dah siap merit,hihihi

  11. mau koment ga enak
    belom nikah je
    πŸ™‚

    gpp mba, lha aku jg blm kawin eh nikah kok…

  12. Entahlah, keinginan adalah menikah dengan orang yang dicintai. tapi kalo Yang Di Atas berkehendak lain ya apa boleh buat.

    Takdir adalah hasil usaha maksimal yang disertai dengan tulus nya sebuah doa, btul tidak (aa gym style) πŸ™‚

  13. sy ga bisa memilih keduanya….krn kebetulan menjalaninya…
    dan ternyata jaaauuuuh lbh indaaaah πŸ˜‰

    mnjalani nya mmang lbih indah ya,,,krna semua ada “cinta” πŸ™‚

  14. wahhh…kalau disuruh memilih, saya pasti milih nomer 1, tapi semua itu di Tangan ALLAH..kita cuman bisa berusaha dan berdoa ….iya ga.. πŸ˜€

    berusaha mksimal dan khusuk dalam doa, iya kan??

  15. aaah saya tetap memilih yang pertama Mas,… karena cinta tidak bisa tumbuh begitu saja meski sudah menikah. Dari pada berusaha mencintai tapi ternyata ngga bisa? malah nyari-nyari alasan buat selingkuh… hmmm

    ko selingkuh ada d planing d kepala??g gto to…:)

  16. semuanya tergantung yg diatas ya mas..

    di ats mana mas?? mksud nya Allah yg mengatur smua kan? stuju….:)

  17. mencintai orang yang kita nikahi wajib dunk hukumnya
    pain gie nikah ma orang yang kita gak cinta

    lbih wajib mnjaga cinta nya kali ya???:

  18. pilih yang pertama deh yaa.??

    loh loh,
    bukannya gini aja pilihannya.
    mencintai atau dicintai?
    itu lebih bingung.

    untuk kedua, munkin hanya orang2 tertentu kale yg bisa…

    cinta itu katanya anugrah, jadi knapa msti bingung dapat keadaan dmikian?? πŸ™‚

  19. bingung nih mao comment apa klo tentang cinta πŸ˜›

    diam mode = ON

    cinta = Cerita Indah Tentanng Apa ajalah, aku juga bingung πŸ™‚

  20. 2 pertanyaan di atas akan terjawab dgn jelas ntar pas sdh ngejalaninnya, smua teori mungkin akan amblas, so ayo kawin sono, auk tunggu undangannya πŸ™‚

  21. harus diupayakan?/????
    πŸ˜€
    *berpikir*

  22. gimana niat juga kali ya mas.. πŸ˜€

  23. klo aq pilih, pilihan yg kedua krn semua yg mulanya biasa saja akhirnya jd luar biasa πŸ™‚ lebih ada tantangan menaklukan diri sendiri to bs mencintai seseorang krn itu adalah win (kemenangan)..hehehe………..

    sip…stuju,,,,

  24. maunya sich, menikah dengan orang yang aku cintai…
    dan (selalu) mencintai orang yang aku nikahi, selamanya….. πŸ™‚

  25. Kalo pasanganku tak mencintaiku lagi, pastilah aku depak utk pergi jauh-jauh! Kalo tidak aku panggil polisi utk mengusirnya!

  26. Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu tapi karena siapa Aku saat berada disampingmu

    ups sorry, maen nyosor aje…salam kenal mas

    sangat mnyntuh hati….lam knal balik jga

  27. Menikah dengan orang yang saya cintai….

    kita manusia kan harus selalu berikhtiar, nah begitu juga dengan pasangan…
    ya ikthiarlah mencari seseorang untuk kita cintai dan kemudian nikahi…

    nah klo udah berikhtiar ternyata tidak/belum menghasilkan…
    hm.. pilihan kedua juga pahalanya gede πŸ˜€
    toh ga ada cinta yg lebih besar dari cinta Allah ke hamba-Nya kan..

    makasih bro atas pecerahannya..:)

  28. Terkadang pilihan kita berbeda dengan kenyataan. Bingung kalo disuruh memilih. Yang ketiga nggak ada ya mas? bagaimana kalo yang ketiga: “mencintai seseorang dengan melihatnya berbahagia menikah dengan orang yang mencintainya”
    Bingung nggak??
    jadi sedih…. 😦

    jadi ikut sedih..:(

  29. milih dua2nya deh hehehe

  30. Assalamualaykum
    uummm, kalo saya pilih (2).
    istikhoroh dulu minta guidance from Allah,kalo dah mantep nikah, then love him/her. yakin dengan pilihan Allah untuk kita…

    “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” 2:216

  31. *speechless*
    tapi intinya sich… sempurnakan ikhtiar dengan kesungguhan hati, tulus dan ikhlas n’ semuanya kt kembalikan pada pemilik cinta sejati n’ abadi ALLAH SWT

    btw….
    tks tu nengIzti for inspiration <— ooohhh ini toh bi heuueh πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s